PALOPO | WARTAWAKTU.id – Pemerintah Kota Palopo resmi meluncurkan simulasi pembayaran retribusi daerah melalui kanal digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Peluncuran yang mengusung tema “Retribusi Digital, Palopo Maju” ini dilakukan langsung Wakil Wali Kota Palopo, Dr. Akhmad Syarifuddin, dalam acara High Level Meeting TP2DD di Ruang Pertemuan Ratona Kantor Wali Kota, Kamis (5/3/2026).
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat digitalisasi transaksi keuangan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan.
Evaluasi dan Strategi TP2DD 2026-2029
Pj. Sekretaris Daerah Kota Palopo sekaligus Ketua Harian Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), dalam laporannya menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk:
Evaluasi Capaian: Meninjau implementasi TP2DD tahun 2025 hingga Januari 2026.
Penyusunan Roadmap: Menyepakati program kerja TP2DD periode 2026 hingga 2029.
Penyesuaian Regulasi: Melakukan pembaharuan SK TP2DD agar relevan dengan perkembangan aturan terbaru.
Akselerasi Digitalisasi: Mendorong wajib pajak dan wajib retribusi untuk beralih ke sistem pembayaran non-tunai.
Komitmen Menuju Tata Kelola Akuntabel
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Palopo, Dr. Akhmad Syarifuddin, menekankan pentingnya adaptasi terhadap teknologi yang berkembang pesat. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk efisiensi layanan publik.
“Teknologi berkembang sangat cepat, kita harus terus melakukan pembaruan. Ini adalah momentum baik untuk memastikan proses digitalisasi layanan pemerintah berjalan optimal. Kami optimis, dengan dukungan semua pihak, target peningkatan PAD dapat tercapai melalui sistem yang lebih cepat, mudah, dan transparan,” ujar Dr. Akhmad Syarifuddin.
Ia juga berharap seluruh wajib pajak di Kota Palopo segera memanfaatkan layanan digital seperti QRIS. Dengan sistem ini, transaksi tidak hanya menjadi lebih praktis bagi masyarakat, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang disetorkan tercatat secara akuntabel dalam kas daerah.
Kehadiran Stakeholder Terkait
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi dari berbagai instansi, di antaranya:
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria.
Wakil Ketua DPRD Kota Palopo.
Unsur Forkopimda Kota Palopo.
Pimpinan Cabang Bank Sulselbar.
Para Pimpinan Perangkat Daerah Kota Palopo.Kehadiran Bank Indonesia dan Bank Sulselbar menegaskan sinergi kuat antar lembaga dalam mendukung ekosistem ekonomi digital di Kota Palopo.(***)

Tinggalkan Balasan