LUWU |WARTAWAKTU.id  – Warga Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulsel mengeluhkan pengadaan air bersih saat musim kemarau.

Padahal program air bersih sudah dianggarkan pemerintah, melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) PANSIMAS adalah program strategis Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia.

Kegiatan itu untuk meningkatkan akses air bersih dan sanitasi layak, terutama di pedesaan dan peri-urban. Program ini memberdayakan masyarakat dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan sistem, yang bertujuan meningkatkan kesehatan, produktivitas, serta perilaku hidup.

Kegiatan tersebut diduga pihak Pemerintah Desa Kadundung, tidak berjalan sebagaimana mestinya dan diduga fiktif.

Hal itu diungkapkan warga di Desa Kadundung mengatakan, bahwa selama ini, ia tak pernah menikmati pengadaan air bersih melalui program pembangunan Pamsimas.

“Air bersih dari Pamsimas tidak pernah kami rasakan manfaatnya, apalagi kalau musim kemarau, adapun air bersih kami ambil dari air gunung pasang selang dan air dari sungai,” ucap warga setempat.

Informasi dihimpun media, proyek pembangunan Pamsimas di Desa Kadundung kuat dugaan fiktif.

“Sampai saat ini kami sebagai warga desa Kadundung tidak pernah merasakan manfaat Pamsimas yaitu pengadaan air bersih,” ucap warga, Jumat (3/3/2026)

Dari info anggaran digelontorkan pemerintah melalui proyem pembangunan  PANSIMAS dari Rp400 -Rp750 juta.

Kepala Desa Kadundung, Parambung dikonfirmasi Wartawaktu.id melalui pesan whatsaap (WA) miliknya, terkait proyek PANSIMAS pengadaan air bersih untuk melayani masyarakat di Desa Kadundung, tidak merespon alias bungkam.(Has)