PALOPO | WARTAWAKTU.id – Menanggapi keluhan warga terkait tumpukan sampah pasca libur panjang, Wakil Wali Kota Palopo, Dr. Akhmad Syarifuddin turun langsung memimpin aksi kerja bakti di Jalan Datuk Sulaiman, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Rabu (25/3/2026).
Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari pihak Kecamatan, Kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat RT/RW, hingga masyarakat setempat. Aksi bersih-bersih ini merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Palopo sekaligus langkah nyata dalam menjaga estetika dan kesehatan kota.
Peningkatan Volume Sampah Selama Ramadhan
Dalam keterangannya, Akhmad Syarifuddin mengungkapkan bahwa volume sampah di Kota Palopo mengalami lonjakan signifikan selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
”Biasanya volume sampah berkisar 50 hingga 60 ton, namun saat ini melonjak drastis mencapai 80 hingga 120 ton per hari. Meskipun tiga hari terakhir adalah hari libur, kami tetap berkomitmen agar sampah tetap tertangani dengan baik,” ujar Wawali yang akrab disapa Ome ini.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari warga.
”Kebersihan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, akan tetapi tanggung jawab kita semua. Saya berharap masyarakat disiplin membuang sampah pada tempatnya,” tegasnya.
Edukasi dan Penanganan Cepat di Tingkat Kecamatan
Senada dengan hal tersebut, Camat Wara Timur, Andi Asnawi, menjelaskan bahwa aksi yang telah berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk memberikan edukasi langsung kepada warga di tujuh kelurahan yang ada di wilayahnya.
Tak hanya kerja bakti di siang hari, pihak kecamatan juga melakukan langkah proaktif pada malam hari. Lurah beserta Ketua RT/RW melakukan pemantauan intensif di titik-titik penumpukan sampah.
”Jika ada sampah yang belum terangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), maka pihak Kecamatan, Kelurahan, dan RT/RW akan langsung menanganinya menggunakan mobil operasional kelurahan untuk dibawa ke TPA Mancani,” jelas Andi Asnawi.
Langkah jemput bola ini diharapkan dapat memastikan wilayah Wara Timur tetap bersih dan meminimalisir dampak bau tidak sedap akibat tumpukan sampah yang tertunda pengangkutannya.(***)

Tinggalkan Balasan