LUWU | WARTAWAKTU.id – Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, SH, secara resmi melepas Karnaval Budaya Bumi Sawerigading Tahun 2026 di pelataran Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke‑81 Kemerdekaan Republik Indonesia, berlangsung selama dua hari pada 7–8 Agustus 2026.

Diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan Aliansi Pemerhati Kebudayaan, karnaval ini melibatkan sebanyak 40 Sekolah Dasar se Kabupaten Luwu.

Keterlibatan pelajar bukan sekadar partisipasi acara, melainkan strategi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Luwu sejak dini dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap adat, seni, tradisi, serta kearifan lokal.

Dalam sambutan Bupati Luwu, Patahudding, S.Ag yang disampaikan Wakil Bupati, ditegaskan bahwa karnaval ini bukan sekadar pawai busana adat dan pameran kreativitas, melainkan wujud nyata kecintaan terhadap warisan budaya Tana Luwu yang diwariskan para leluhur.

“Nilai‑nilai yang terkandung dalam budaya Sawerigading mengajarkan keberanian, persatuan, kebijaksanaan, serta semangat membangun daerah dengan tetap menjunjung tinggi adat dan kearifan lokal,” ujar Muh. Dhevy Bijak Pawindu.

Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia, seniman, budayawan, pihak sekolah, komunitas, perangkat daerah, dan seluruh peserta yang telah berkontribusi mewujudkan festival ini.

Menurutnya, Kabupaten Luwu yang dijuluki Bumi Sawerigading memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga, dilestarikan, dan diperkenalkan kepada generasi penerus maupun masyarakat luas.

Lewat karnaval ini, diharapkan identitas budaya Luwu semakin dikenal dan menjadi daya tarik utama dalam pengembangan pariwisata daerah.

Kepada para peserta, Wakil Bupati berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjaga ketertiban dan keselamatan, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan sportivitas.

Karnaval diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari masyarakat Bumi Sawerigading.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal. Budaya tidak cukup hanya dikenang dalam cerita, melainkan harus terus dihidupkan melalui karya, pendidikan, dan partisipasi aktif agar tetap lestari di tengah arus perkembangan zaman.

Acara pelepasan karnaval juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu. Kehadiran para pimpinan daerah menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya menjaga dan memajukan warisan budaya Luwu sebagai jati diri bangsa.(**/red)