PALOPO | WARTAWAKTU.id – Musim kemarau yang melanda menyebabkan penurunan debit air yang cukup signifikan pada lima sumber air baku Perusahaan Umum Air Minum Daerah Tirta Mangkaluku (PERUMDA‑TM) Kota Palopo, dengan angka penurunan berkisar antara 50 hingga 80 persen. Kondisi ini berpotensi mengganggu kapasitas produksi dan distribusi air bersih ke rumah pelanggan.

Direktur PERUMDA‑TM, Palopo Steven Hamdani, melalui Asmen Humas, Arman, Selasa (11/8/2026), menjelaskan rincian penurunan debit di masing‑masing sumber air:

– Sungai Latuppa: turun 60 persen
– Sungai Mangkaluku: turun 80 persen
– Sungai Mangandang: turun 80 persen
– Sungai Bambalu: turun 50 persen
– Sungai Battang: turun 50 persen

Penurunan drastis ini langsung berdampak pada kemampuan produksi air bersih, sehingga aliran ke sejumlah wilayah pelayanan berisiko tidak stabil.

Langkah‑langkah Mitigasi yang Dijalankan

PERUMDA‑TM telah mengambil sejumlah langkah antisipatif agar pelayanan tetap terjaga:

1. Pengaturan ulang aliran distribusi: Mengalirkan suplai dari wilayah layanan IPAM 2 Mangandang untuk membantu pasokan ke IPAM 1 H. Abd. Madjid, serta melakukan pemompaan air dari Sungai Latuppa guna menopang kebutuhan dari Sungai Mangkaluku.
2. Penyuplai air lewat mobil tangki: Menyuntikkan air ke jaringan pipa di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan, guna menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan dasar warga.
3. Pemantauan rutin: Tim terus memantau perkembangan kondisi debit sumber air setiap hari untuk menyesuaikan pola distribusi.

Imbauan dan Rencana Jangka Pendek

Pihak PERUMDA‑TM menghimbau seluruh masyarakat Palopo untuk menggunakan air secara bijak, mengutamakan kebutuhan pokok, dan menghindari pemborosan selama musim kemarau berlangsung.

Sebagai langkah ke depan guna menjaga kontinuitas layanan IPAM 2, PERUMDA‑TM berencana memanfaatkan sumber air tanah sebagai alternatif cadangan air baku selama musim kemarau masih berlangsung.(**/Jay)