PALOPO | WARTAWAKTU.id – Aksi kucing-kucingan antara transportir BBM diduga ilegal dengan warga kembali pecah di Kota Palopo. Pada Minggu (10/5/2026), sebuah mobil tangki milik PT Awin Mandiri Pratama terpaksa dihentikan paksa oleh warga di poros Jalan KH Akhmad Razak.

Namun, dalam suasana tegang, sopir mobil tersebut memilih langkah seribu dengan menginjak gas dalam-dalam, melarikan diri dari kepungan warga saat hendak digiring ke kantor polisi.

Drama Pelarian di Tengah Kota

​Penghadangan ini bukan tanpa alasan. Warga yang dipimpin Aan Banderos , seorang warga yang merasa gerah dengan aktivitas perusahaan yang diduga kuat tidak memiliki legalitas kemitraan dengan PT Pertamina.

​”Kami tahu dari hasil RDP di DPRD bahwa PT Awin Mandiri Pratama bukan mitra resmi Pertamina. Begitu melihat tangki mereka melintas, kami hentikan. Rencananya mau kami serahkan ke Polres Palopo agar diusut tuntas, tapi sopirnya malah kabur,” tegas Banderos dengan nada geram.

Jejak Merah PT Awin Mandiri: Mangkir dan Kebal Hukum?

​Kasus ini merupakan akumulasi dari kemarahan warga yang sudah memuncak. Sebulan lalu, aksi serupa sempat viral hingga menyeret nama perusahaan ini ke meja DPRD Palopo. Namun, PT Awin Mandiri Pratama menunjukkan sikap pembangkangan dengan mengabaikan panggilan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dari wakil rakyat.

​Dugaan skandal ini bukan main-main.
Perusahaan transportir “nakal” ini disinyalir kuat bermain dalam mafia BBM subsidi, di mana solar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil diduga diselewengkan dan dijual dengan harga tinggi ke sektor industri di Morowali, Sulawesi Tengah.

APH Ditantang: Berani Tindak atau Main Mata?

​Kejadian ini kembali melempar bola panas ke tangan Aparat Penegak Hukum (APH). Publik mulai mempertanyakan komitmen kepolisian dalam memberantas mafia BBM di Luwu Raya.PT Awin Mandiri Pratama: Mangkir dari DPRD dan kabur dari warga.PT Bintang Terang 89: Pernah diadang LSM beberapa bulan lalu, namun kasusnya menguap begitu saja tanpa kejelasan hukum.​

“Kami butuh ketegasan, bukan sekadar mediasi yang berujung damai di bawah meja. Jika perusahaan non-mitra bebas berkeliaran mengangkut BBM, maka jangan salahkan jika masyarakat terus melakukan aksi premanisme jalanan karena hukum dianggap tumpul,” pungkas salah satu warga di lokasi kejadian.

​Hingga berita ini diturunkan, keberadaan armada PT Awin Mandiri Pratama yang melarikan diri tersebut masih misterius, sementara pihak Polres Palopo diharapkan segera melakukan pengejaran dan pemanggilan paksa terhadap manajemen perusahaan. (***)