PALOPO | WARTAWAKTU.id – Sektor pertambangan dan pengolahan mineral terbukti menjadi motor utama penggerak perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel). Di balik target ambisius realisasi investasi Sulsel yang dipatok menembus angka Rp21 triliun, kontribusi terbesar ternyata berpusat di wilayah Luwu Raya.

​Kekayaan alam yang melimpah mulai dari nikel di Kabupaten Luwu Timur hingga tambang emas di Kabupaten Luwu menjadikan kawasan ini sebagai pusat penopang fiskal dan pertumbuhan ekonomi regional.

​Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel, Asrul Sani, mengungkapkan bahwa optimisme pencapaian target investasi tahun ini ditopang oleh proyek-proyek strategis skala besar yang beroperasi di daerah.

​“Kami optimistis karena ada beberapa proyek besar yang sementara berjalan. Salah satunya IHIP di Luwu Timur yang sudah mulai beraktivitas. Begitu juga dengan Masmindo yang saat ini sudah mulai melakukan konstruksi dan pembangunan,” ujar Asrul.

​Dua Raksasa Industri Penopang Ekonomi

​Keberadaan dua proyek raksasa di Luwu Raya memegang peranan krusial dalam peta investasi Sulsel:
​Kawasan Industri Nikel IHIP (Luwu Timur): Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) di Luwu Timur kini telah memasuki tahap aktivitas produksi. Kawasan ini tidak hanya mendongkrak angka investasi, tetapi juga memperkuat dominasi nikel yang menyumbang sekitar 70 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan.

​Tambang Emas PT Masmindo Dwi Area (Luwu): Proyek strategis pertambangan emas yang berlokasi di Kabupaten Luwu ini terus menunjukkan progres signifikan dengan memasuki fase pembangunan dan konstruksi fisik di lapangan.

​Luwu Raya: Tulang Punggung Fiskal Regional
​Dominasi sektor pertambangan dan pengolahan mineral ini menegaskan posisi strategis Luwu Raya. Dengan kekayaan cadangan nikel, emas, hingga komoditas pendukung lainnya, roda investasi Sulawesi Selatan sangat bergantung pada denyut nadi aktivitas ekonomi yang ada di jazirah utara provinsi ini.

​Ke depan, realisasi investasi yang terus berjalan ini diharapkan tidak hanya sekadar mendongkrak angka statistik makro, tetapi juga memberikan multiplier effect (efek ganda) secara nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal di Luwu Raya dan Sulawesi Selatan secara keseluruhan.(**/red)