LUWU | WARTAWAKTU.id — Sepanjang bantaran Sungai Marangka, Desa Bonelemo Barat, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, berubah menjadi panggung kebersamaan. Lebih dari 100 prajurit TNI AD , pejabat pemerintah, mahasiswa, dan warga setempat, bahu-membahu melaksanakan karya bakti penanaman pohon keras dan pembersihan aliran sungai, dalam rangka memperingati HUT ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat dan Makmur”, kegiatan ini bukan sekadar seremonial peringatan hari ulang tahun. Ia menjadi bukti nyata bahwa kekuatan terbesar bangsa bukanlah senjata, melainkan persatuan dan kepedulian terhadap bumi tempat kita hidup.
Tanam 150 Pohon Mahoni, Jaga Sungai dari Gerusan
Di bawah sinar pagi yang cerah, para peserta menanam 150 bibit pohon mahoni di area bantaran dan kawasan sekitar aliran Sungai Marangka. Pohon mahoni dipilih bukan tanpa alasan: berakar kuat, batang kokoh, dan tahan puluhan tahun, layak menjadi pelindung tepian sungai dari erosi yang makin mengancam menjelang musim hujan.
Tak hanya menanam, warga bersama prajurit juga membersihkan sepanjang aliran sungai dari tumpukan sampah, semak belukar, dan endapan tanah yang menyumbat jalur air. Tujuannya sederhana namun mendesak: agar air mengalir lancar, tidak meluap ke pemukiman, dan ekosistem sungai tetap terjaga.
Kegiatan berlangsung tertib dan aman, berakhir pada pukul 10.15 WITA, Selasa (15/9/2026)
Sinergi yang Menghidupkan
Hadir dan memimpin langsung kegiatan ini adalah, Danramil Kapten Cba Sudirman, Sahrul, S.E Camat Bajo Barat dan personil anggota Koramil jajaran Kabupaten Luwu,
Para kepala desa dan kepala dusun se Kecamatan Bajo Barat.Mahasiswa UIN Palopo,masyarakat Desa Bonelemo Barat dan sekitarnya.
Dari seragam hijau, pakaian dinas, jas almamater, hingga pakaian kerja warga, semua tampak setara. Tidak ada yang berdiri di atas. Semua bekerja di tanah yang sama, demi sungai yang sama.
Bukan Sekedar Tanam — Ini Warisan untuk Masa Depan
Tujuan kegiatan ini melampaui sekadar menanam bibit:
– Mencegah erosi dan longsor — akar pohon mengikat tanah di tepian sungai agar tidak runtuh terbawa arus.
– Mengurangi risiko banjir — aliran bersih berarti air cepat mengalir, tidak menumpuk dan meluap.
– Menjaga ekosistem perairan — teduhnya daun menjaga suhu air, melindungi ikan dan makhluk sungai.
– Mempererat persaudaraan — TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi menanam kehidupan bersama rakyat.
– Mewujudkan tema HUT TNI — “Kuat Bersama Rakyat” bukan slogan, melainkan kerja nyata di lapangan
“Pohon yang kita tanam hari ini tidak akan tumbuh dalam sehari. Ia butuh waktu, perawatan, dan kesabaran. Begitu juga persaudaraan kita. Hari ini kita menanamnya bersama. Besok, kita menjaganya bersama,” kata Danramil, Kapten Sudirman.
Saat pulang meninggalkan lokasi, 150 bibit mahoni berdiri tegak di tepian Sungai Marangka. Belum rimbun, belum besar tapi sudah hidup. Sama seperti semangat yang ditanam hari ini: kecil di permulaan, namun jika dijaga bersama, akan tumbuh menjadi hutan pelindung yang tak bisa diruntuhkan siapa pun.
TNI Kuat Bersama Rakyat. Dan rakyat yang bersatu menjaga lingkungannya itulah kekuatan yang sesungguhnya. (nom/red)


Tinggalkan Balasan