LUWU | WARTAWAKTU.id – Semangat gotong royong yang menjadi nafas kehidupan masyarakat desa kembali terasa hangat di Desa Lebani, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu. Pada Kamis (15/10/2026), Babinsa Koramil 1403-03/Belopa, Serka Yusri, turun langsung ke tengah warga membersihkan parit yang tersumbat sampah, lumpur dan semak belukar.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Lebani ini bukan sekadar urusan selokan. Ini adalah bukti bahwa persatuan antara aparat teritorial dan rakyat masih berjalan erat — bahu membahu, berdiri setinggi, duduk serendah.
Bahu Memikul, Sama-sama Berat
Di bawah terik matahari, warga dan Babinsa bekerja bersama-sama.
Ada yang menyibakkan sampah, ada yang mencangkul endapan lumpur, ada yang membersihkan rumput liar yang menutup aliran air. Semangat kebersamaan itu terlihat nyata di setiap gerakannya.
“Warga Desa Lebani sangat antusias. Mereka sadar, parit yang bersih bukan hanya milik orang lain — itu untuk rumah mereka sendiri. Saat kita semua bergerak bersama, pekerjaan yang berat terasa menjadi lebih ringan,” ujar Serka Yusri usai kegiatan.
Bukan Hanya Parit yang Bersih
Kepala Desa Lebani, Mappeati, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Babinsa dan partisipasi seluruh warga. Baginya, yang tercipta hari ini lebih berharga daripada sekadar selokan yang lancar.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Babinsa yang telah menunjukkan semangat manunggal TNI dan rakyat. Kegiatan seperti ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi membersihkan juga hati kita — memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ungkap Mappeati.
Ia berharap semangat ini tidak berhenti di satu hari saja. Kebersihan lingkungan dan keharmonisan antarwarga adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.
“Dengan semangat yang sama, mari kita jaga terus kebersihan desa kita. Karena lingkungan yang sehat dimulai dari kesadaran yang sehat — dan kesadaran itu tumbuh saat kita bergerak bersama,” harapnya.
Kekuatan yang Tak Terkalibrasi Angka
Kegiatan sederhana di Desa Lebani ini mengingatkan kita pada satu kebenaran sederhana: kekuatan bangsa tidak selalu terlihat dari gedung-gedung tinggi atau jalan yang mulus. Kadang ia terlihat di parit yang dibersihkan bersama, di senyum warga yang bekerja berdampingan dengan seragam, di semangat gotong royong yang tak pernah padam.
Karena di sinilah pertahanan negara yang sesungguhnya dimulai — dari kedekatan antara rakyat dan prajurit, dari kepedulian antar tetangga, dari kesadaran bahwa nasib kita adalah satu.(Nom/Red)


Tinggalkan Balasan