MAKASSAR | WARTAWAKTU.id – Di tengah keluhan air kecil dan mati yang masih muncul di grup WhatsApp warga Palopo, Pemerintah Kota Palopo tancap gas ke Makassar.

Rabu, 7 Oktober 2026, Wali Kota Palopo, Naili Trisal menggelar konsultasi maraton bersama dua balai kunci: Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulsel. Agendanya satu, mengunci pengembangan tiga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batu Papan, Battang, dan Latuppa.

Hadir dalam konsultasi itu jajaran lengkap Perumda Tirta Mangkaluku (TM) Palopo, dari Direktur Steven Hamdani hingga Dewan Pengawas Andi Enceng Amir.

“Tiga SPAM tadi, Batu Papan, Battang, dan Latuppa, akan kita tambah kapasitasnya demi memenuhi semakin meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Steven Hamdani.

Angkanya tidak main-main

Perumda TM saat ini mengoperasikan kapasitas sekitar 550 liter per detik untuk melayani sekitar 46 ribu pelanggan, dengan 42 ribu di antaranya aktif. Dengan tambahan 120 liter per detik dari tiga SPAM baru, targetnya melesat.

Rinciannya:
– SPAM Batu Papan: dari 50 liter/detik menjadi 100 liter/detik.
– SPAM Battang: dari 110 liter/detik menjadi 160 liter/detik.
– SPAM Latuppa: tambahan baru 20 liter/detik.

“Kalau sudah terwujud, kita berharap dapat melayani hingga sekitar 53.600 pelanggan,” kata Steven.

Pengembangan ini bukan sekadar menambah mesin. Perumda TM mengusulkan paket komplit: jaringan transmisi air baku menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA), hingga jaringan distribusi ke rumah warga.

Tentu, jalan masih panjang. Steven mengakui, proyek ini masih butuh DED (Detail Engineering Design), izin lingkungan, dan pembebasan serta kesiapan lahan. Tanpa itu, pembangunan belum bisa masuk tahap fisik.

Namun sinyal politiknya jelas.
Proyek ini adalah taruhan wali kota, Naili Trisal untuk memperbaiki layanan dasar paling sensitif di Palopo, yaitu penyaluran air.

“Program wali kota Palopo ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan air minum. Berkat dukungan dan jaringan yang dimiliki Ibu Wali Kota di tingkat pusat dan provinsi, kami terus mendorong upaya peningkatan infrastruktur di Palopo,” pungkas Steven.

Dari Makassar, taruhannya dibawa pulang ke Palopo: 120 liter per detik tambahan, untuk 7.600 keran baru yang masih menunggu mengalir.(rls/Jaya)