PALOPO | WARTAWAKTU.id – Kota Palopo menjadi lokasi pertemuan penting yang menandai upaya penataan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di wilayah Luwu Raya. Jumat (7 /8/2026).

Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sulawesi Selatan, Faisal Andi Saransi Rachmat Kami, S.Sos, didampingi pengurus PWI Sulsel Fatmawati, mantan Sekretaris PWI Luwu Raya Dedy Ariyanto, S.H, serta anggota dan calon anggota PWI Luwu Raya, melakukan kunjungan temu sapa untuk membahas berbagai persoalan organisasi yang berkembang di daerah.

Agenda pertemuan mencakup lima hal pokok: validasi dan perpanjangan Kartu Tanda Anggota (KTA), pemutakhiran database anggota, syarat dan rekomendasi perekrutan calon anggota, pemenuhan syarat pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI, serta penunjukan Penjabat Sementara (Plt.) Ketua PWI Luwu Raya.

Kelima poin ini menjadi fondasi untuk menyelaraskan langkah organisasi di tingkat perwakilan dengan aturan yang berlaku secara nasional maupun provinsi.

“Kami menegaskan bahwa kehadiran tim DKP PWI Sulsel di Palopo merupakan bentuk tanggung jawab organisasi untuk mendengarkan keluhan di daerah dan menyelesaikan kendala yang ada. Tujuan utamanya adalah mengembalikan roda organisasi ke jalur yang benar, sepenuhnya berlandaskan AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) PWI,” tegas Faisal Andi Saransi Rachmat

Pernyataan ini menunjukkan bahwa DKP hadir bukan untuk mengambil alih wewenang daerah, melainkan sebagai jembatan penyeimbang yang memastikan setiap langkah pengurus perwakilan tidak menyimpang dari ketentuan organisasi.

Salah satu pembahasan paling mendalam menyangkut status Pokja yang muncul di tengah masyarakat wartawan Luwu Raya.

DKP menegaskan, bahwa pembentukan Pokja tidak dapat dilakukan secara sepihak selama masih ada pengurus perwakilan yang sah. Jika ada keinginan untuk memisahkan struktur, harus memenuhi syarat‑syarat yang telah ditetapkan.

Tanggung jawab verifikasi ada pada PWI Perwakilan, dan nantinya akan ada delegasi dari provinsi untuk menilai apakah Pokja tersebut sudah sesuai aturan. Jika tidak memenuhi syarat, maka pembentukan Pokja tidak akan direstui. Semua hasil pembahasan ini akan dibawa ke tingkat provinsi untuk dibahas lebih lanjut, sementara penetapan pemimpin tetap menjadi hak dan kewenangan warga organisasi di daerah.

Langkah strategis lainnya adalah penyerahan sejumlah tugas administrasi dan pendataan kepada Plt. Ketua PWI Luwu Raya yang akan ditunjuk. Mulai dari pendataan anggota, validasi KTA, hingga persiapan penerbitan kartu anggota secara kolektif setelah pelantikan, semuanya menjadi tanggung jawab Plt. Ketua untuk merapikan tata kelola organisasi di tingkat perwakilan.

Hal ini menunjukkan bahwa penataan tidak hanya berhenti pada pembicaraan, tetapi juga diikuti dengan pembagian tugas yang jelas agar persoalan‑persoalan yang menumpuk dapat diselesaikan secara bertahap.

Menanggapi berbagai keluhan dan masukan yang disampaikan dalam pertemuan, Faisal kembali menegaskan agenda pelantikan DKP PWI Sulsel pada 19 Agustus mendatang. Ia mengajak seluruh elemen wartawan di Luwu Raya untuk merapatkan barisan dan tidak kehilangan induk organisasi. Surat Keputusan pengurus yang berlaku saat ini tetap sah karena belum ada keputusan pembekuan yang berlandaskan AD/ART dan PO. Segala persoalan yang ada nantinya akan dibawa ke Bidang Hukum, Bidang Pembelaan Wartawan, dan Bidang Organisasi, sebelum diputuskan bersama Ketua PWI Sulsel.

Pertemuan di Palopo ini menjadi titik balik penting bagi PWI Luwu Raya. Di tengah dinamika dan perbedaan pandangan yang muncul, DKP PWI Sulsel hadir membawa semangat penataan yang berlandaskan aturan organisasi. Upaya mengembalikan organisasi ke porosnya bukan berarti mematikan aspirasi daerah, melainkan menjamin setiap langkah diambil secara tertib, adil dan berkelanjutan.

Dengan kerapatan barisan dan kepatuhan terhadap AD/ART, diharapkan PWI Luwu Raya dapat kembali menjadi rumah yang aman dan bermartabat bagi para wartawan, serta mampu menjalankan peran pembinaan dan pembelaan profesi dengan lebih baik ke depannya.(**/Jay)