PALOPO|WARTAWAKTU.id — Musim kemarau yang memanjang membawa kekhawatiran nyata. Sumber air menyusut, aliran di keran pelanggan menipis, dan keluhan mulai berdatangan. Di saat yang sama, di halaman kantor pusat PERUMDA Tirta Mangkaluku, sebuah langkah tak biasa diambil: Direktur turun ke garis depan.

Rabu (23/9/2026), Steven Hamdani secara resmi membentuk Posko Layanan Tanggap Darurat Krisis Air. Bukan sekadar meja informasi — posko ini berjanji menindak setiap laporan saat itu juga.

Setiap Aduan, Langsung Disambung

“Posko tersebut berfungsi menerima pengaduan masyarakat yang aliran airnya tidak lancar. Setiap aduan akan kita sikapi dengan melakukan penyuntikan pipa via mobil tangki. Mulai malam ini, saya akan pimpin langsung kegiatan penyuntikan itu,” tegas Steven Hamdani.

Teknik penyuntikan pipa adalah upaya menjaga aliran tetap berjalan di jalur yang terhambat. Mobil tangki mengisi langsung ke saluran transmisi di titik yang bermasalah, sehingga tekanan kembali naik dan air dapat menjangkau rumah-rumah yang selama ini kerannya hanya mengeluarkan udara.

Bagi warga yang sudah berhari-hari menampung air dari tempat jauh, kehadiran ini bukan sekadar layanan. Ini jawaban yang datang tanpa menunggu berbulan-bulan.

Sumber yang Menyusut, Komitmen yang Tak Surut

Penurunan air baku akibat dampak El Nino memang nyata. Musim kemarau tahun ini lebih panjang, lebih kering, dan lebih menekan. Namun bagi Steven Hamdani, kendala alam bukan alasan melayani secara setengah-setengah.

“Musim kemarau tahun ini sangat berdampak terhadap penurunan air baku PERUMDA-TM. Untuk itu saya berinisiatif membuka Posko Tanggap Darurat Krisis Air. Kita tunggu pengaduan masyarakat. Laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti pada saat itu juga,” ujarnya.

Sebagai pimpinan, ia menegaskan satu hal: tantangan alam tidak boleh menjadi penghalang. Justru di masa sulit itulah kehadiran pelayanan paling dibutuhkan.

Pelayanan yang Hadir, Bukan Sekadar Janji

Di banyak tempat, saat air menyusut, yang terdengar hanyalah penjelasan. Di Palopo, PERUMDA-TM memilih tindakan:

-Posko terbuka — laporan diterima langsung di halaman kantor
-Aduan ditindaklanjuti — tidak ditunda hingga keesokan harinya
-Direktur memimpin langsung — memastikan komitmen tidak hanya tertulis di surat
-Penyuntikan dilakukan — menjangkau rumah yang terputus dari aliran utama

“Ini bukan sekadar mengatasi kekeringan sesaat. Ini menjaga kepercayaan: bahwa air bersih adalah hak setiap warga, dan kami hadir untuk memastikannya sampai,” kata Steven Hamdani.(red)