PALOPO | WARTAWAKTU.id – Suasana di Kota Palopo belum sepenuhnya tenang sejak wacana melegalkan perniagaan ballo mencuat ke permukaan. Di satu sisi ada suara yang melihat potensi ekonomi rakyat, di sisi lain ada kekhawatiran mendalam atas tatanan sosial dan ketenangan lingkungan. Di tengah perdebatan yang makin memanas, muncul seruan untuk meredam ketegangan dan mengembalikan kedamaian.
Rustan Taruk, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palopo dari Fraksi Partai Demokrat, menyampaikan pandangan yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam pertikaian.
Seruan di Tengah Gelombang Pendapat
“Persoalan warung ballo ini sedang menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Mari kita sikapi dengan bijak dan tidak saling menyalahkan,” ujar Rustan Taruk dalam pernyataannya yang disampaikan kepada media Wartawaktu.id, Rabu (23/9).
Ia mengingatkan bahwa setiap kegiatan usaha, apa pun bentuknya, tidak boleh berjalan sendiri tanpa memperhatikan lingkungan sekitar.
“Setiap usaha harus memperhatikan aturan yang berlaku, ketertiban, dan kenyamanan warga sekitar. Kita tidak ingin persoalan ini menimbulkan perpecahan atau konflik di tengah masyarakat,” tegasnya.
Musyawarah: Jalan yang Sebenarnya
Alih-alih mempertahankan pendapat pribadi, politisi ini justru mengajak semua pihak untuk turun dari posisi masing-masing dan duduk bersama.
“Mari kita duduk bersama, bermusyawarah, dan mencari solusi yang adil dengan melibatkan pemerintah serta pihak-pihak terkait,” ajaknya.
Bagi Rustan, perdebatan antara yang setuju dan yang menolak bukanlah hal yang utama. Yang jauh lebih penting adalah menjaga agar tatanan kehidupan tetap harmonis.
“Yang kita utamakan bukan pro atau kontra, tetapi ketertiban, keamanan, dan keharmonisan masyarakat. Jangan sampai kepentingan tertentu mengalahkan kepentingan bersama,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa aturan tidak dibuat untuk dikalahkan oleh kehendak perorangan.
“Semua harus berjalan sesuai aturan dan menghormati hak masyarakat,” tambahnya.
Menjaga Persaudaraan di Atas Segala Hal
Di penutup pernyataannya, Rustan Taruk mengajak warga Kota Palopo untuk kembali merenungkan ikatan persaudaraan yang selama ini mengikat mereka.
“Mari kita jaga persaudaraan dan selesaikan persoalan ini dengan kepala dingin,” pesannya.
Pernyataan itu ditutup dengan salam yang menjadi penanda kedamaian di tengah keraguan:
“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Catatan Redaksi
Pernyataan ini muncul di tengah suasana yang masih memanas, di mana wacana legalisasi ballo membelah pendapat publik. Sebelumnya, gagasan serupa yang dikemukakan telah memicu gelombang tanggapan beragam — ada yang menyambut sebagai peluang ekonomi, ada pula yang menolak dengan alasan keagamaan dan ketertiban sosial.
Dengan seruan ini, diharapkan ruang dialog dapat terbuka lebar — tidak didominasi oleh suara yang paling keras, melainkan disepakati bersama oleh mereka yang tinggal, bekerja, dan menjaga kedamaian di Kota Palopo.
Redaksi akan menyajikan perkembangan selanjutnya dari pertemuan-pertemuan yang akan berlangsung.(Redaksi/Jaya)


Tinggalkan Balasan