PALOPO|WARTAWAKTU.id — Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, keluarga besar Institut Karatedo Indonesia (INKAI) Palopo menggelar kegiatan tradisional dan penuh makna: Longmars. Kegiatan yang berlangsung meriah pada Sabtu pagi ini diikuti secara penuh oleh seluruh ranting INKAI se Kota Palopo, menjadi bukti nyata persatuan dan semangat organisasi yang kian kokoh.
Kegiatan: Disiplin, Persaudaraan dan Cinta Tanah Air
Longmars dimulai pukul 07.00 WITA tepat dari Lapangan Pancasila — tempat yang menjadi simbol fondasi Kota Palopo— dan berakhir di Pantai Labombo, menempuh perjalanan yang tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar anggota. Kegiatan ini bukan sekadar berjalan kaki jarak jauh, melainkan perwujudan nilai-nilai inti bela diri: disiplin, ketekunan, saling menghormati, dan semangat kebersamaan.
“Dalam bela diri, kekuatan sejati bukanlah dari pukulan atau tendangan yang keras, melainkan dari kesatuan hati dan langkah yang selaras. Longmars hari ini adalah bukti bahwa kita berjalan bersama, kuat bersama, dan menjaga persaudaraan di atas cinta tanah air,” kata Andi Fadhil, Ketua Panitia.
Kegiatan berjalan lancar di bawah kepemimpinan panitia yang solid dan dihadiri oleh para pemimpin organisasi. Ketua Panitia Andi Fadhil, Sekretaris Panitia Salsa dan Ketua Umum INKAI Palopo Andi Arif Rahman Idrus dan para MSH — Majelis Sabuk Hitam.
Ketua Umum INKAI Palopo, Andi Arif Rahman Idrus, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan peserta.
“Saya sangat bangga melihat semangat keluarga besar INKAI Palopo hari ini. Dari Lapangan Pancasila hingga Pantai Labombo, setiap langkah yang kalian ambil adalah cerminan disiplin dan cinta kita kepada organisasi dan negara. Terima kasih kepada Majelis Sabuk Hitam yang selalu membimbing, serta seluruh ranting yang hadir. Semoga semangat ini terus kita jaga dan tingkatkan,” ucap Andi Arif.
Kehadiran Majelis Sabuk Hitam (MSH) memberikan makna yang sangat dalam. Sabuk Hitam melambangkan kedewasaan, tanggung jawab, dan kewibawaan — pengingat bahwa semakin tinggi derajat yang dicapai dalam bela diri, semakin besar pula tanggung jawab untuk membimbing yang muda dan mengabdi kepada masyarakat.
Rute dan Makna Perjalanan
Lapangan Pancasila — titik awal berlandaskan Pancasila sebagai fondasi negara dan etika bela diri. Jalan-jalan Kota Palopo menjaga ketertiban, mencintai kota tempat kita berbakti dan berkarya.
Pantai Labombo — titik akhir menuju ketenangan, keterbukaan, dan semangat baru untuk melangkah lebih jauhm
Dari fondasi — menuju laut yang luas. Simbol bahwa dengan dasar yang kuat, masa depan yang terbentang di depan kita pun luas, cerah, dan penuh peluang.
Dihadiri Seluruh Ranting INKAI Palopo
Kegiatan ini diikuti secara meriah oleh seluruh ranting INKAI se-Kota Palopo, menunjukkan bahwa semangat persatuan tidak hanya ada di tingkat pengurus, melainkan merata di setiap cabang dan anggota — dari sabuk putih hingga sabuk hitam, dari pemula hingga pelatih, semua berjalan dalam satu barisan, satu arah, satu semangat.
Berbeda tingkat, satu organisasi. Berbeda usia, satu semangat. Berbeda latar belakang, satu tujuan — menjaga nama baik INKAI, menegakkan disiplin, dan mencintai Indonesia.
81 tahun — Langkah Tetap Berlanjut
Selamat Hari Kemerdekaan RI ke-81!
Kepada keluarga besar Institut Karatedo Indonesia (INKAI) Palopo.
Terima kasih telah membuktikan bahwa persatuan dan disiplin itu nyata.
Dari Lapangan Pancasila hingga Pantai Labombo setiap langkah kalian adalah bukti cinta tanah air dan semangat bela diri yang sejati.
Terima kasih kepada Ketua Panitia Andi Fadhil, Sekretaris Salsa, Ketua Umum Andi Arif Rahman Idrus, dan seluruh anggota Majelis Sabuk Hitam yang selalu membimbing dan mendukung.(Jay)


Tinggalkan Balasan