MEDAN | WARTAWAKTU.id – Puluhan personel bersenjata lengkap berdiri berjajar di sepanjang dermaga Terminal Penumpang Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, Rabu siang pekan lalu. Di hadapan mereka, kapal tanker MT Global 168 perlahan merapat, dikawal ketat oleh kapal Patroli Polair dan Bea Cukai. Bagi orang awam, ini mungkin terlihat seperti operasi pengamanan rutin. Namun di dalam perut kapal berbendera Mongolia itu, tersimpan dugaan muatan yang nilainya mencapai triliunan rupiah: narkotika dalam bentuk sabu cair dan ketamin yang diperkirakan mencapai dua hingga tiga ton.
Dari Pemeriksaan Awal Hingga Sandar di Belawan
Penangkapan kapal ini bermula dari pengawasan ketat di jalur rawan Selat Malaka. Setelah dicegat dan diperiksa di perairan laut lepas, kapal beserta awaknya dibawa menuju Belawan untuk pemeriksaan lebih mendalam. Kedatangannya tidak luput dari pantauan warga yang beraktivitas di sekitar pelabuhan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Kristian Parluhutan Siagian, membenarkan pengamanan tersebut.
:Kapal sudah ditarik dan dikawal oleh kapal Polair serta Bea Cukai, sandar dengan aman beserta barang bukti narkoba jenis ketamin,” ujarnya dikutip dari Antara.
Namun angka pasti dan jenis zat belum bisa dipastikan saat itu juga. Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Aditya S.P. Sembiring, menegaskan bahwa sampel masih dalam proses pemeriksaan Laboratorium Forensik. “Iya benar sudah sandar. Terkait jenisnya sedang diperiksa Labfor,” katanya singkat.
Teka-Teki Dalam Tangki Kapal
Yang membuat kasus ini menarik sekaligus mengkhawatirkan adalah modus operandi yang digunakan: memanfaatkan kapal tanker kecil yang tampak tidak mencurigakan sebagai sarana penyelundupan massal.
– Kapal tanker memiliki ruang tangki yang luas dan berlapis — tempat ideal untuk menyembunyikan muatan di luar catatan resmi.
-Ukuran kapal yang relatif kecil membuatnya sering terlewat dari pemeriksaan menyeluruh di tengah padatnya lalu lintas kapal di Selat Malaka.
– Perubahan nama dan bendera kapal menyulitkan pelacakan jejak kepemilikan sejak awal.
Jika dugaan terbukti, ini menjadi salah satu penyelundupan narkoba terbesar yang digagalkan di jalur utara Sumatera dalam beberapa tahun terakhir.
Jawaban Resmi Dipanggil Hari Jumat
Hingga Rabu sore, angka pasti dan rincian jenis narkotika belum dirilis secara resmi. Konferensi pers lengkap dijadwalkan akan digelar pada Jumat, 23 Oktober 2026, dan dipimpin langsung oleh Kapolri. Di sana publik diharapkan mendapatkan jawaban lengkap:
-Berapa berat pasti barang bukti setelah diperiksa di laboratorium?
– Dari mana asal muatan tersebut dan siapa penerimanya di Indonesia?
– Apakah ini bagian dari jaringan penyelundupan yang lebih besar?
-Bagaimana modus penyembunyiannya di dalam tangki kapal berhasil lolos dari pengawasan sebelumnya?
Gelapnya Risiko di Gerbang Utara Indonesia
Penangkapan MT Global 168 adalah satu keberhasilan, namun sekaligus satu peringatan besar. Selama ini Selat Malaka memang dikenal sebagai jalur strategis sekaligus rawan penyelundupan. Bahwa muatan sebesar ini berhasil masuk sejauh ini sebelum tertangkap, mengundang pertanyaan mendasar: berapa kali sebelumnya modus serupa berhasil lolos tanpa terdeteksi?
Satu kapal berhasil diamankan. Tapi pertanyaan yang lebih besar belum terjawab: berapa jalur serupa yang masih terbuka di perairan kita? Jawabannya bukan hanya di konferensi pers Jumat nanti, melainkan di ketegasan pengawasan yang berjalan setiap hari, di setiap titik perbatasan kita.(Redaksi)


Tinggalkan Balasan