BONE | WARTAWAKTU.id – Andi Takdir, warga dan aktivis di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, resmi melaporkan ancaman pembunuhan yang diterimanya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone, Selasa (6/10/2026).
Langkah ini diambil setelah ia menerima gelombang teror melalui media sosial, tak lama setelah menyoroti dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di wilayahnya.
Suara yang Mengundang Ancaman
Andi Takdir dikenal aktif membagikan informasi terkait dugaan praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kabupaten Bone. Melalui akun media sosialnya, ia secara terbuka menyebutkan nama-nama pihak serta lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat penimbunan bahan bakar yang seharusnya diperuntukkan warga.
Alih-alih ditindaklanjuti, sorotan tersebut justru memicu tekanan kepadanya. Ancaman datang bertubi-tubi, hingga menyebutkan nyawanya.
Dilaporkan ke Polisi, Harapan Perlindungan
Karena merasa terancam keselamatan jiwanya, Andi Takdir memutuskan melapor ke pihak berwenang. Ia berharap Polres Bone segera menelusuri siapa pelaku di balik ancaman tersebut sekaligus memberikan perlindungan.
Kebebasan mengawasi pelayanan publik bukan alasan untuk dibungkam dengan ancaman. Jika penyalahgunaan BBM benar terjadi, yang harus ditindak adalah pelaku penyelewengan — bukan mereka yang berani bersuara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Bone belum merilis pernyataan resmi terkait perkembangan penanganan laporan tersebut.
Pertanyaan di Balik Ancaman
Kasus ini kembali menegaskan, mengawasi penyalahgunaan barang kebutuhan pokok yang disubsidi negara masih menjadi pekerjaan berisiko di daerah. Ketika BBM langka di pasaran, namun melimpah di tangan pihak tertentu, siapa yang sesungguhnya dilindungi?
Apakah ancaman ini terkait langsung dengan nama-nama dan lokasi yang disebutkan?. Apakah pihak berwenang akan menyelidiki sekaligus ancaman maupun dugaan penimbunan yang disorot?,
apakah keamanan Andi Takdir akan terjamin?
Mata warga Bone kini tertuju pada dua hal: penindakan terhadap penimbunan BBM, dan keamanan warga yang berani menunjuk ke arahnya.(Red/**)


Tinggalkan Balasan