MAKASSAR|WARTAWAKTU.id — Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) resmi berganti. Irjen Pol. Dr. Awal Chaeruddin, S.I.K., M.H., dilantik menjabat Kapolda Sulsel, menggantikan Irjen Pol. Djuhandani Raharjo yang mendapat penugasan baru di lingkungan Markas Besar Polri.

Pergantian ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, yang diterbitkan melalui Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Adiningrat.

Rekam Jejak yang Mengundang Perhatian

Penunjukan Awal Chaeruddin menjadi sorotan publik bukan tanpa alasan. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1994 ini memiliki perjalanan karier yang menarik, termasuk masa bertugas sebagai ajudan Wakil Presiden RI ke10 dan ke12, Jusuf Kalla (JK), selama kurang lebih dua tahun.

Selama mendampingi tokoh asal Sulawesi Selatan itu, kariernya terus menanjak — hingga meraih pangkat Brigadir Jenderal Polisi dan dipercaya menjabat sebagai Widyaiswara Madya di Sespim Lemdiklat Polri.

Sebelum dipercaya memimpin Polda Sulsel, Awal Chaeruddin bertugas sebagai Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat I di Divisi Hukum Polri — posisi yang menempatkannya di jantung kebijakan hukum dan advokasi lembaga kepolisian tingkat pusat.

Kembali ke Tanah yang Dekat

Kedekatan secara personal dan karier dengan Jusuf Kalla membuat penunjukannya dinilai memiliki makna tersendiri bagi Sulawesi Selatan. Banyak pihak melihat ini bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan kembalinya seorang perwira yang memahami dinamika sosial, politik dan kemanusiaan di wilayah ini.

Harapan pun mulai muncul:

– Apakah pendekatan yang humanis dan berkeadilan akan dikuatkan?
– Apakah persoalan-persoalan yang lama mengganjal — mulai dari sengketa lahan, penambangan, hingga kepercayaan masyarakat terhadap aparat — akan ditangani secara terbuka?
– Apakah kedekatan dengan tokoh daerah justru menjadi jembatan, bukan pelindung bagi pihak tertentu?

Tugas yang Menanti

Di tangan Kapolda yang baru ini, tertumpang sejumlah tantangan nyata di wilayah Sulsel:

– Menjaga keamanan sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
– Menegaskan perbedaan antara penambangan rakyat (PERA) yang sedang berproses dan kegiatan ilegal yang harus ditindak.
– Membangun komunikasi yang setara antara aparat dan warga yang merasa suaranya belum didengar.
– Menindak tegas dugaan pungutan liar dan perlindungan yang diduga menyusup di jajaran.

Kedekatan dengan tokoh besar bukan jaminan, tetapi kesempatan. Kesempatan untuk membuktikan bahwa keadilan berlaku sama — bagi siapa pun, di mana pun.

Penutup: Langkah Pertama

Pelantikan ini adalah awal, yang akan dinilai rakyat bukanlah siapa yang mendampingi siapa di masa lalu, melainkan siapa yang didampingi oleh keadilan di masa kini.

Irjen Pol. Dr. Awal Chaeruddin kini berdiri di pucuk pimpinan keamanan Sulawesi Selatan. Mata warga sedang menatap — bukan pada seragamnya, melainkan pada arah yang akan dituju. (Redaksi)