BIMA | WARTAWAKTU.id — Persidangan perkara dugaan peredaran narkotika di wilayah Bima kembali mengungkap fakta yang mengejutkan sekaligus memprihatinkan. Seorang perempuan bernama Anita, yang disebut sebagai istri anggota kepolisian, mengaku terlibat dalam penjualan sabu-sabu bukan karena pilihan semata, melainkan karena terjebak dalam jerat utang yang mencapai miliaran rupiah akibat kecanduan judi slot online.
Pengakuan itu terungkap dalam persidangan yang menyeret dua mantan pejabat tinggi Polres Bima Kota, mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, dan mantan Kasat Res Narkoba Polres Bima Kota, AKP Maulangi.
Fakta -Fakta Terungkap di Persidangan
Dalam persidangan yang berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, Anita dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Berikut poin-poin penting yang diungkapkan di hadapan majelis hakim.
Awal Mula Keterlibatan
Anita mengaku mulai menjual sabu-sabu sejak awal tahun 2025. Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan, ia terlilit utang mencapai miliaran rupiah akibat kebiasaan bermain judi slot online.Tekanan utang yang terus membengkak mendorongnya mengambil jalan pintas yang berbahaya dan melanggar hukum.
Sumber Barang dan Jaringan
Anita memperoleh sabu-sabu dari dua orang yang disebut Koko Erwin dan Abdul Hamid alias Boy. Ia juga mengungkap nama Satriawan alias Dae Awan, yang disebutkan masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga saat ini.
Keterkaitan dengan Dua Mantan Pejabat Polisi
Pengakuan ini muncul dalam persidangan yang menyeret AKBP Didik Putra Kuncoro (mantan Kapolres Bima Kota) dan AKP Maulangi (mantan Kasat Res Narkoba Polres Bima Kota).
Hal ini menguatkan dugaan adanya keterlibatan sejumlah pihak, termasuk aparat penegak hukum, dalam jaringan peredaran narkotika di wilayah Bima.
Yang paling menyedihkan: seseorang yang berada dalam lingkungan keluarga aparat penegak hukum, justru terjebak menjadi pelaku kejahatan, dimulai dari satu kebiasaan yang dianggap sepele judi slot.
Judi Slot Pintu Masuk ke Jurang Narkotika
Kasus ini menyoroti satu fakta yang sering diabaikan, judi online, khususnya slot, bukan sekadar masalah kebiasaan buruk, ia bisa menjadi pemicu utama seseorang terjun ke dunia kejahatan lain, termasuk peredaran narkotika.
Faktor Dampak dalam Kasus Ini
Judi slot online Menimbulkan utang miliaran rupiah dalam waktu singkat.Tekanan keuangan mendesak mendorong mengambil jalan pintas menjual narkotika. Ketergantungan semakin dalam terjerat, semakin sulit keluar, dan semakin besar risiko terlibat jaringan lebih luas.
Keterkaitan aparat menunjukkan betapa berbahayanya jika kebiasaan ini menjangkau lingkungan yang seharusnya menjaga ketertiban umum
Judi slot tidak pernah memberi kemenangan, ia hanya memberi ilusi kemenangan sesaat, lalu mengambil semua yang kau miliki: uang, masa depan, dan akhirnya kehormatan.
Perinsip Hukum Tetap Berlaku Praduga Tak Bersalah
Perlu ditegaskan, bahwa seluruh keterangan saksi yang terungkap dalam persidangan masih harus dinilai dan diuji oleh majelis hakim bersama alat bukti lainnya sebelum perkara diputus. Prinsip praduga tak bersalah tetap berlaku bagi kedua tersangka hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Persidangan ini masih berlangsung, dan seluruh fakta yang terungkap belum tentu menjadi vonis akhir. Namun proses hukum yang transparan dan terbuka adalah hak publik, agar masyarakat dapat melihat bahwa tidak ada jabatan yang kebal dari hukum, dan tidak ada kekuasaan yang boleh dijalankan tanpa tanggung jawab.
Kasus di Bima ini mengingatkan kita pada beberapa hal mendasar.Pertama, judi online bukan hal sepele. Ia bisa menghancurkan hidup seseorang, keluarganya, dan bahkan menyeretnya ke dalam kejahatan yang lebih besar.
Kedua, Tidak ada siapa pun yang kebal dari hukum baik warga biasa maupun aparat. Jika diduga melakukan pelanggaran, proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu.
Ketiga seluruh fakta yang terungkap di persidangan masih harus dibuktikan dan dinilai oleh majelis hakim. Biarkan bukti berbicara, biarkan hukum berjalan adil.
Keempat, perang melawan narkotika tidak hanya dilakukan di jalan raya atau di pengadilan. Perang itu dimulai dari diri sendiri: menjauhi judi, menjauhi narkoba, dan menjaga integritas.
Perkara ini masih bergulir di pengadilan. Semoga dari kasus yang menyakitkan ini, lahir kesadaran baru, bahwa judi merusak, narkoba mematikan, dan integritas terutama bagi penegak hukum adalah harga yang tidak boleh ditawar.(**/Red)


Tinggalkan Balasan