PALOPO | WARTAWAKTU.id — Estafet kepemimpinan di lembaga penegak hukum setempat resmi berganti. La Kanna, S.H., M.H. kini dipercaya menduduki posisi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palopo, mengambil alih tongkat estafet dari Sinyo Redy Benny Ratag, S.H., M.H. Prosesi serah terima jabatan dijadwalkan digelar pekan depan — momen yang dinanti bukan hanya di lingkungan korps Adhyaksa, melainkan oleh seluruh masyarakat Kota Palopo.

Pergantian yang Mengikuti Semangat Penyegaran

Penunjukan La Kanna bukan sekadar pergantian nama di kursi pimpinan. Ini bagian dari kebijakan menyeluruh Kejaksaan Agung Republik Indonesia: menyegarkan barisan pimpinan, memutar kader terbaik, dan memastikan penegakan hukum di daerah terus berjalan dengan semangat baru.

Selama ini, Sinyo Redy Benny Ratag telah mengemban amanah memimpin Kejari Palopo. Atas dedikasi, pengabdian, dan langkah-langkah yang telah diambil selama menjabat, apresiasi tulus disampaikan dari berbagai kalangan — sebagai catatan perjalanan yang patut dihormati sebelum beralih ke pimpinan berikutnya.

Harapan yang Dititipkan kepada Pimpinan Baru

Kini mata tertuju pada La Kanna. Masyarakat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga pelaku pembangunan daerah menantikan arah kebijakan yang akan dibawanya:

– Penegakan hukum yang berkeadilan — tidak memihak, tidak memandang kedudukan.
– Transparansi dan keterbukaan — agar setiap langkah dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan.
– Pengawalan pembangunan daerah — memastikan anggaran digunakan sebagaimana mestinya, kekayaan negara dijaga, dan kerugian dipulihkan.

Di tengah dinamika perkara yang sedang berproses di wilayah ini, kehadiran pimpinan baru membawa harapan: proses hukum berjalan tegas namun tetap manusiawi, cepat namun cermat, dan di atas segalanya — dapat dipercaya.

Sertijab Pekan Depan: Penanda Awal Langkah Baru

Prosesi serah terima jabatan resmi dijadwalkan berlangsung pada pekan depan. Di momen itulah La Kanna akan secara resmi menerima amanah memimpin jajaran Kejari Palopo — sekaligus menyampaikan arah kebijakan yang akan dijalankan.

Bagi warga Palopo, pergantian ini adalah pengingat: penegakan hukum adalah urusan semua pihak. Dan ketika pimpinan baru hadir, masyarakat juga turut berperan — mengawasi, mendukung, dan memastikan keadilan benar-benar dirasakan hingga ke lapisan paling bawah.

Langkah pertama belum dimulai. Namun harapan sudah ada. Tugas ke depan bukanlah milik satu orang saja — melainkan tanggung jawab bersama antara lembaga, pemerintah, dan rakyat yang dipercayainya.(Redaksi)