PALOPO | WARTAWAKTU.id — Keran yang mengalir bukan sekadar soal teknis. Ia soal kepercayaan. Dan kepercayaan itu dijaga dengan cara sederhana: hadir, mendengar, menjawab. Inilah yang kini dilakukan Perumda Tirta Mangkaluku Kota Palopo — membuka ruang langsung di lapangan, meletakkan meja pelayanan di depan warga, dan menerima setiap keluhan, tanya, serta harapan secara tatap muka.

Meja yang Menerima Setiap Suara

Komitmen meningkatkan mutu pelayanan tak lagi hanya tertulis di laporan. Kini tampak nyata: warga datang, petugas menyambut, pertanyaan dijawab, kendala dicatat. Posko Layanan Pengaduan yang resmi dibuka ini menjadi jembatan tempat warga menyampaikan apa yang dirasakan — baik soal aliran yang tersendat, tagihan yang perlu penjelasan, maupun saran agar pelayanan makin baik.

Suasananya hangat dan terbuka. Petugas tidak sekadar mencatat — mereka menjelaskan, memastikan warga paham, dan memberi kepastian bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti.

Penjemputan Bola: Masalah Didekati, Bukan Dijauhi

Langkah ini disebut penjemputan bola — tidak menunggu warga datang ke kantor, melainkan pihak layanan yang mendatangi warga. Tujuannya jelas:

-Mempercepat penanganan kendala di lapangan
-Menghapus jarak antara penyedia layanan dan pelanggan
-Membuat warga merasa didengar, bukan sekadar dilayani

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang modern, profesional, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Palopo,” ujar pihak Perumda Tirta Mangkaluku.

“Kehadiran Posko Layanan ini adalah bentuk nyata keterbukaan dan kepedulian kami terhadap setiap kebutuhan serta saran dari masyarakat,” tambahnya.

Hadir Secara Langsung, Terhubung Setiap Saat

Selain tatap muka di posko, akses pengaduan kini juga dibuka lewat jalur cepat:

📞 Hotline / WhatsApp Pengaduan: 0851-4532-0000

Warga tak perlu menunggu hari kerja atau datang langsung. Kendala dapat disampaikan kapan saja, dan respons tetap dipastikan berjalan.

Air yang Mengalir, Komunikasi yang Tak Putus

Bagi Perumda Tirta Mangkaluku, posko ini bukan sekadar tempat melapor. Ia adalah janji: air bersih adalah hak, dan pelayanan adalah kewajiban yang dijalankan dengan hati. Semakin mudah warga menyampaikan kendala, semakin cepat masalah terselesaikan — dan semakin baik kualitas hidup yang dinikmati bersama.

Dengan keterbukaan ini, Perumda berharap layanan air minum di Kota Palopo terus terjaga secara optimal, berkelanjutan, dan yang terpenting — didukung oleh kepercayaan yang tak pernah putus.(Redaksi-Jaya)