PALOPO | WARTAWAKTU.id — Bagi banyak orang, kursi di dewan perwakilan adalah puncak perjuangan politik. Bagi Rustan Taruk, Anggota DPRD Kota Palopo dari Fraksi Partai Demokrat untuk periode 2024–2029, jabatan itu bukan kemenangan pribadi. Ia adalah amanah yang dipikul, jembatan yang dijaga, dan janji yang harus ditepati kepada seluruh masyarakat Kota Palopo.

Dalam pernyataan filosofi pengabdiannya yang disampaikan secara resmi, Rustan Taruk menegaskan: wakil rakyat tidak lahir dari suara pemilu semata — ia lahir dari kepercayaan yang harus dijaga setiap hari, di setiap keputusan, di setiap langkah yang diambil.

Amanah: Bukan Kekuasaan, Melainkan Tanggung Jawab

Filosofi pertama dan paling mendasar yang dipegang Rustan Taruk adalah pemahaman bahwa jabatan adalah amanah, bukan kekuasaan.

“Jabatan anggota DPRD merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, daerah, dan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarn Rustan Taruk melalui pres rilisnya ke Wartawaktu.id, Rabu (23/9)

Karena itu, kata ia, integritas bukan sekadar kata indah — ia adalah syarat. Kejujuran bukan pilihan — ia adalah dasar. Setiap keputusan yang diambil, setiap suara yang disampaikan, harus lahir dari kesadaran: siapa yang memilih, untuk siapa bekerja, dan kepada siapa pertanggungjawaban ini ditujukan.

Tiga Pilar Kerja: Aturan, Anggaran, dan Pengawasan

Rustan Taruk menegaskan bahwa kehadirannya di lembaga legislatif tidak hanya untuk berbicara, melainkan untuk bekerja melalui tiga fungsi utama yang dijalankan secara bertanggung jawab:

=Fungsi Pembentukan Peraturan — menyusun Perda yang bukan untuk kepentingan segelintir pihak, melainkan menjawab kebutuhan seluruh masyarakat, sejalan dengan hukum yang berlaku.

-Fungsi Anggaran — memastikan setiap rupiah yang dikelola negara mengalir ke tempat yang tepat: ke pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat. Transparan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

-Fungsi Pengawasan — memastikan kebijakan yang telah disepakati benar-benar dijalankan sesuai janji dan aturan. Tidak ada yang boleh lepas dari pantauan, tidak ada yang boleh memanfaatkan kesempatan untuk kepentingan pribadi.

Jembatan yang Tak Boleh Patah

Posisi wakil rakyat, menurut Rustan Taruk, adalah penghubung yang paling vital. Di satu sisi rakyat berharap didengar, di sisi lain pemerintah berharap dipahami.

“Aspirasi masyarakat harus diterima, diserap, diperjuangkan, dan dikawal,” tegasnya.

Artinya: DPRD tidak boleh hadir hanya saat masalah sudah pecah. Harus ada lebih dulu — mendengar sebelum mengadili, memahami sebelum memutuskan, membuka ruang partisipasi agar tidak ada warga yang merasa tersisih dari pembangunan kotanya sendiri.

Perbedaan Adalah Kekuatan, Bukan Pemisah

Di tengah keberagaman Kota Palopo — yang kaya budaya, agama, dan latar belakang sosial — Rustan Taruk mengingatkan satu hal: perbedaan tidak boleh menjadi tembok.

Perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah. Anggota DPRD idealnya mengedepankan musyawarah, dialog, toleransi, dan kepentingan bersama.

Bukan berarti meniadakan perbedaan pendapat. Melainkan menempatkan kepentingan di atas kepentingan — kepentingan seluruh warga Palopo, tanpa memandang siapa yang dipilih atau siapa yang mendukung.

Bukan Hanya Hari Ini, Melainkan Masa Depan

Filosofi ini berorientasi jauh ke depan. Rustan Taruk menegaskan: kebijakan yang diambil saat ini tidak boleh membebani generasi mendatang. Pembangunan harus berkelanjutan, lingkungan dijaga, sumber daya manusia ditingkatkan — agar Palopo tidak hanya hidup hari ini, tetapi tetap tumbuh, sehat, dan bermartabat di masa depan.

Penutup: Satu Kalimat, Satu Janji

Di akhir pernyataannya, Rustan Taruk merangkum seluruh pengabdiannya dalam satu kalimat yang menjadi pedoman hidupnya sebagai wakil rakyat:

“Dari rakyat memperoleh amanah, bersama rakyat menyerap aspirasi, untuk rakyat memperjuangkan kebijakan, dan kepada rakyat mempertanggungjawabkan pengabdian,” paparnya.

Itulah inti dari segala hal. Jabatan sementara, nama bisa terlupakan — tetapi pengabdian yang tulus, jujur, dan bertanggung jawab kepada rakyat, itulah yang akan tetap diingat.(Redaksi-Jaya)