LUWU UTARA | WARTAWAKTU.id — Ketegangan sempat memuncak di Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, setelah peristiwa penikaman yang menewaskan satu warga dan melukai satu orang lainnya, kemudian memicu bentrokan antar warga. Namun berkat gerak cepat kepolisian, pelaku berhasil ditangkap dalam hitungan jam, dan situasi kini perlahan pulih.

Awalnya Cekcok, Berakhir Nyawa Melayang

Peristiwa bermula dari pertengkaran antara dua warga, MYR (27) dan AR (33), dengan seorang pria berinisial ER (31) di kawasan Pantai Seta-Seta, Desa Poreang.

Saat pertengkaran memanas, ibu kandung pelaku turun untuk melerai. Namun dalam keributan itu, wanita tersebut justru terluka terkena pisau yang dihunus salah satu korban, AR.

Melihat ibunya berdarah, emosi pelaku meledak. ER langsung menarik senjata tajam dan menikam kedua orang tersebut.

MYR (27) meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas.
AR (33) mengalami luka tusuk di bagian perut dan kini menjalani perawatan.Setelah kejadian itu, pelaku melarikan diri dari lokasi.

Ketegangan Meluas: Bentrokan dan Pembakaran

Belum sempat duka reda, ketegangan menyebar. Terjadi bentrokan antara dua kelompok warga yang diduga terkait peristiwa tersebut. Amarah yang meluap memicu tindakan yang merugikan bersama.

Sejumlah fasilitas wisata di Pantai Seta-Seta dibakar, satu unit rumah warga hangus dan beberapa sepeda motor turut dimusnahkan.

Suasana mencekam menyelimuti Desa Poreang saat itu. Warga ketakutan, sementara asap mengepul di kawasan yang biasanya dikunjungi wisatawan.

Gerak Cepat Polisi: Pelaku Ditangkap Dalam Hitungan Jam

Personel Polres Luwu Utara bergerak tanpa menunda. Hanya dalam hitungan jam sejak peristiwa terjadi, pelaku berinisial ER (31) berhasil diamankan dan dibawa ke Markas Polres Luwu Utara untuk menjalani pemeriksaan.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Kadek Andi Pradnyadana.

“Benar, pelaku sudah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Luwu Utara. Situasi di lokasi kejadian kini berangsur kondusif,” kata AKP Kadek Andi Pradnyadana, Minggu (4/10)

Pihaknya Mengimbau Seluruh Warga

“Serahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian. Jangan terprovokasi, jangan menambah kerusakan baru. Biarkan hukum yang berbicara,” ungkapnya.

Refleksi: Satu Pertengkaran, Banyak yang Rugi

Peristiwa ini menjadi pelajaran pahit bagi kita semua. Satu pertengkaran satu nyawa hilang. Satu tindakan emosi fasilitas umum, rumah, harta benda hangus. Satu dendam warga sekampung hidup dalam ketakutan

Hukum sudah bekerja. Pelaku dijemput. Proses peradilan akan berjalan. Tidak perlu ada pembalasan sendiri. Karena yang salah satu, yang rugi semua.

Pantai Seta-Seta adalah milik warga Desa Poreang. Rumah adalah tempat berlindung. Kerukunan adalah harta paling berharga. Jangan sampai semuanya musnah hanya karena satu momen yang tidak terkendali.

Semoga warga segera pulih. Semoga kedamaian kembali sepenuhnya.(Redaksi)