Akhmad Syarifuddin “Ome” Tampil Optimis Bersaing dengan Farid Kasim Judas dan Harisal

PALOPO | WARTAWAKTU.id – Suasana di lingkungan DPD II Partai Golkar Kota Palopo sedang memanas. Perebutan kursi ketua periode mendatang membuka peta persaingan baru, di mana nama Akhmad Syarifuddin, yang akrab disapa “Ome”, kini tampil dengan kesiapan dan optimismenya untuk memimpin konsolidasi partai beringin di kota ini.

Namun jalannya tidak sepi pesaing. Bersamanya, dua nama kuat lainnya juga masuk dalam bursa utama: Farid Kasim Judas (FKJ) dan Harisal. Ketiganya kini menjadi figur yang dipantau secara ketat oleh kader dan pengamat politik di Palopo.

Persamaan Awal: Sama-Sama Masuk Struktur Provinsi

Ada satu hal menarik yang menyatukan Ome dan FKJ: keduanya telah resmi masuk ke dalam jajaran pengurus DPD Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Posisi ini menjadi landasan sekaligus modal politik yang signifikan bagi keduanya dalam mendeklarasikan diri ke bursa kepemimpinan di tingkat kota.

Artinya: persaingan ini bukan sekadar antar tokoh di tingkat lokal, tetapi juga berkaitan erat dengan dinamika dan arah kebijakan di tingkat provinsi.

Tiga Figur, Satu Kursi

Nama profil singkat dan pendekatan
Akhmad Syarifuddin “Ome” Tampil dengan pendekatan konsolidasi dan penyatuan kader. Aktif bergerak di lapangan, menyapa basis massa, dan menegaskan optimisme untuk membesarkan partai secara bersama-sama .

Farid Kasim Judas (FKJ) figur kuat yang juga berada dalam struktur pengurus provinsi. Memiliki basis pendukung yang loyal dan jaringan yang luas di kalangan kader lama.

Harisal nama alternatif yang juga diperhitungkan, membawa dinamika baru dalam pertarungan ini.

Kursi ketua Golkar Palopo bukan sekadar posisi struktural. Ini tentang arah kebijakan partai menjelang pemilu dan pilkada mendatang — apakah Golkar akan lebih inklusif atau berjalan dengan lingkaran yang lebih tertutup.

Konsolidasi Sedang Berlangsung

Ome menyatakan kesiapannya bukan untuk berkuasa semata, melainkan untuk menyatukan kekuatan kader yang selama ini tersebar. Langkah-langkah konsolidasi yang ia jalankan mencakup:

●Menjaga komunikasi terbuka dengan elemen-elemen kader di seluruh kecamatan.
●Menggalang semangat kebersamaan di tengah situasi yang kadang memanas antar pendukung.
●Menegaskan bahwa kemenangan partai lebih penting daripada kemenangan individu.
●Mengajak semua pihak — baik yang mendukung maupun yang nantinya tidak terpilih — untuk tetap membangun Golkar bersama.

“Partai Golkar milik semua kader. Siapa pun yang nanti dipercaya memimpin, tugas kita tetap sama: membesarkan partai, melayani rakyat, dan memenangkan pertarungan politik ke depan,” kata Akhmad Syarifuddin “Ome”.

Tantangan Sebenarnya

Persaingan di dalam partai adalah hal yang wajar dan sehat — selama tetap dalam koridor demokrasi internal. Namun yang menjadi tantangan terbesar bukanlah siapa yang terpilih, melainkan bagaimana setelah terpilih, semua pihak bisa kembali berjalan bersama.

Keberhasilan pemilihan ketua tidak diukur dari seberapa keras kampanye berlangsung, tetapi dari seberapa utuh partai berdiri satu tahun setelah pemilihan itu selesai.

Semoga proses demokrasi internal Golkar Palopo berjalan dengan tertib, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu menampung aspirasi seluruh kader.(Redaksi-Jaya)